Jumat, April 24, 2009

sudilah engkau hai savana

bersudikah engkau?
tentang niatan banal binal
dan lancang khayal
membayangkanmu biarkanku merumput di savana dua bukit itu

Jika wajah temaram tiba...
dan terpejamlah semua mata
jadilah kita sepasang kijang yang bebas meronta
liar kemana hasrat hendak membawa

melenguh lah panjang pendek ulang berulang
perdengarkan pada rembulan dan semua gemintang
meski terlarang bagi penguasa rimba
yang merantai setiap makna desah rintih dan hela pertemuan raga

oooh...bersudikah engkau?
jika tak lagi khayal kebinalanku
usai merumput di savana dua bukit itu
kutuntaskan dahaga banal di gua-gua... tanpa cermin yang menggenang di matamu...

0 komentar:

Posting Komentar