selaksa rindu sedang menantimu di beranda
seperti kucicipi sajak yang mesra
ketika segala bebunga
tak hendak istirah di senjakala
dan rerumputan saling berbisik
tentang angin yang juga hendak
membaui tanah pijakan
tak kau dengar bisikan riuh itu di pekarangan
"pulang".
lalu hembuskan nafas dari bibirmu ke bibirku
kerna jiwa ini sesunggukan
dan tak hendak tetirah
sebelum kepulanganmu
kepada rumah sajak kita
segala kata
menopang sebagian dindingnya
remah-remah cinta yang tereja
meski setengah terpejam dan kerap terbata
'masih sebegitu kurang kekasih,
hingga kau kerap memintaku memujamu lebih dari saat ini"
seperti kucicipi sajak yang mesra
ketika segala bebunga
tak hendak istirah di senjakala
dan rerumputan saling berbisik
tentang angin yang juga hendak
membaui tanah pijakan
tak kau dengar bisikan riuh itu di pekarangan
"pulang".
lalu hembuskan nafas dari bibirmu ke bibirku
kerna jiwa ini sesunggukan
dan tak hendak tetirah
sebelum kepulanganmu
kepada rumah sajak kita
segala kata
menopang sebagian dindingnya
remah-remah cinta yang tereja
meski setengah terpejam dan kerap terbata
'masih sebegitu kurang kekasih,
hingga kau kerap memintaku memujamu lebih dari saat ini"
on 2/11/2010
1 comment
