Kamis, Februari 11, 2010

tentang rinduku yang berbisik riuh

selaksa rindu sedang menantimu di beranda
seperti kucicipi sajak yang mesra
ketika segala bebunga
tak hendak istirah di senjakala

dan rerumputan saling berbisik
tentang angin yang juga hendak
membaui tanah pijakan

tak kau dengar bisikan riuh itu di pekarangan
"pulang".
lalu hembuskan nafas dari bibirmu ke bibirku

kerna jiwa ini sesunggukan
dan tak hendak tetirah
sebelum kepulanganmu
kepada rumah sajak kita

segala kata
menopang sebagian dindingnya
remah-remah cinta yang tereja
meski setengah terpejam dan kerap terbata

'masih sebegitu kurang kekasih,
hingga kau kerap memintaku memujamu lebih dari saat ini"

Posted by si buah terlarang
on 2/11/2010

aku terlelap setelah tahu tentang kau

aku hendak tidur sebelum kantuk
benar-benar terlelap di mataku
lalu ada mimpi yang terjaga
dan kudapati kau,
sisi hidupku yang paling nyata

sebelum melangkah ke segala tualang
sebelum saraf di otakku
menjadi raja bagi sepasang kaki
dan meminta pulang

aku ingin jantungku
yang memompakan sekian liter darah
hingga rongga hati ini penuh
dengan warna paling merah
bersimbah cinta

lalu aku benar-benar tertidur lelap
karena sebelum bermimpi tentang apa saja
hingga terjaga
aku telah tahu tentang kau, perempuan
yang benar mencintai aku apa adanya

2009
Posted by si buah terlarang
on 2/11/2010

agenda

bergulat lagi pada hidup yang menderu debu. tak kutemukan wajahmu di gelas kopi yang mengepulkan sederetan panjang agenda sebagai skenario hari ini. Mungkin tersimpan dalam jejak mimpi buruk semalam. tentang ATM yang dibobol, sebuah rapat Pansus parlemen yang lebih mirip gaduh kaleng anjal yang menyanyi di lampu merah. atau... kau memang sudah tak lagi butuh kata-kata basi tentang cinta.

maka, kuhirup kopi yang masih mengepul itu.sebentar tersedak. ingin muntah.
ah, bayanganmu berkelebat hendak kukejar. tapi kemarau jejaknya yang kutemukan.
"harus ke alam mimpi" katamu. biar kita bertemu di kasur empuk.
dan agenda hari ini adalah melupakan semua yang membuat muak.
"tidurlah sayang', bisikmu. setelah lelah mendaki sembari menjumlah nafas terengah dalam bilangan desah.

ah, bayangmu benar-benar nyata sebagai agenda yang paling membuatku sibuk hari ini...
Posted by si buah terlarang
on 2/11/2010

bait hujan

malam ini kita nanti hujan
yang mendaras
bait-bait sajak
dari langit

betapa hikmah ia
bagi bumi
yang betapa pula menyimpan
magma rindu

sebelum aku meledak... meleleh
bersama lava
kau telah mengaliri semua ruang:
di hatiku

demikian lah akhirnya kita menjulang
serupa sepasang gunung berapi
setidaknya untuk malam ini
hingga esok pagi
tak lagi dini:

lalu kita terbakar lagi

2009





Posted by si buah terlarang
on 2/11/2010