kami tengah menunggu berdirinya
sebuah rumah tanpa dinding bata
dan pintu dari jati
disanalah jendela tak bosanbosannya membuka
lalu kami akan selalu menerima dan melepaskan salam
tak hanya pagi, juga malam
ketika dingin merasuk
menusuk hingga ke ulu hati
sederhana saja cara kami
menghangatkan poripori
pada tangan kanan dan kiri saling mengenggam
kami menentramkan anakanak zaman
yang tidur telentang setengah telanjang
membentuk dekap di perut dan dada mungil mereka
kami pun tak lagi takut pada pencuri
meski para peronda malam terus dibuai dewidewi mimpi
sebab dinding rumah kami
terbuat dari harapan tak terbeli oleh hatihati yang tercemari
tak kan ada jua bisa menjamah pintu
karena kuncinya kami gantung di langit tertinggi
Rumah itu…
mungkin teramat sederhana
Yang akan kami bangun segera
Itulah rumah hati kami…
sebuah rumah tanpa dinding bata
dan pintu dari jati
disanalah jendela tak bosanbosannya membuka
lalu kami akan selalu menerima dan melepaskan salam
tak hanya pagi, juga malam
ketika dingin merasuk
menusuk hingga ke ulu hati
sederhana saja cara kami
menghangatkan poripori
pada tangan kanan dan kiri saling mengenggam
kami menentramkan anakanak zaman
yang tidur telentang setengah telanjang
membentuk dekap di perut dan dada mungil mereka
kami pun tak lagi takut pada pencuri
meski para peronda malam terus dibuai dewidewi mimpi
sebab dinding rumah kami
terbuat dari harapan tak terbeli oleh hatihati yang tercemari
tak kan ada jua bisa menjamah pintu
karena kuncinya kami gantung di langit tertinggi
Rumah itu…
mungkin teramat sederhana
Yang akan kami bangun segera
Itulah rumah hati kami…
on 6/04/2009
No comments
