Rabu, Mei 26, 2010

Kepada Bunda

Bunda,
Aku mengeja namamu
Pada ukiran granit peradaban
renta ditatah
tahun berbilang

Silih siang bergilir malam
Kasihmu yang telah tanak
kian setia bertandang
ke dalam relung paling mimpi

Menyelinap di langkah-langkahku
mengunjungiku
dari beranda kanak-kanak
dan setiap sudut kedewasaan
hingga menghamparkan bejana kerinduan

Bunda,
aku selalu mengakhirkan namamu
dalam bilangan doa
karena cintamu
mengkhatami sekian perjalanan

Posted by si buah terlarang
on 5/26/2010

Senin, Mei 24, 2010

kepura-puraan

Pada keranda dan pusara
Mari titipkan waktu dan ruang
Yang kita cangkul dari keterlenaan
Atau juga kepura-puraan mengenai-Nya

Bukan kah Dia Maha Tahu
Ketakberdayaan kita menjamah-Nya
Sebab Cinta-Nya telah mengalahkan pecinta mana pun
yang datang secepat lari kuda yang ketakutan
Posted by si buah terlarang
on 5/24/2010

Rabu, Mei 19, 2010

sepanjang kesetiaan



di setiap hela helai rambutmu,
aku menghidu sekian aroma
dan tak mampu menghitung
berapa panjang ia menyimpan kesetiaan...


sungguh tak ada garis tepi
sebagai petanda
Oooo... hanya ada perlambang ketakberhinggaan
ketika angin mencoba
menyibak misteri
di ujung-ujungnya
Posted by si buah terlarang
on 5/19/2010

Rabu, Mei 05, 2010

Kekasih senja

kepak sayap camar telah irama yang abadi dari teluk yang terjauh semenjak aku mendengar legenda ikan-ikan yang berthawaf di bawah duli karang-karang menghidupi semenjak itu pula, laut aku belajar mengabadikan rindu pada kekasihku serupa ombak yang tak pernah sepi dari bibir pantaimu Kau bertanya, lautan mana perajin gelombang dan degar jantera para nakhoda? seperti pada lekuk tubuhmu ada angin berkesiuh karang melagu dan semenanjung bersenandung mengantarkanku melabuh di bibirmu duhai...kekasih senjaku
Posted by si buah terlarang
on 5/05/2010