Bunda,
Aku mengeja namamu
Pada ukiran granit peradaban
renta ditatah
tahun berbilang
Silih siang bergilir malam
Kasihmu yang telah tanak
kian setia bertandang
ke dalam relung paling mimpi
Menyelinap di langkah-langkahku
mengunjungiku
dari beranda kanak-kanak
dan setiap sudut kedewasaan
hingga menghamparkan bejana kerinduan
Bunda,
aku selalu mengakhirkan namamu
dalam bilangan doa
karena cintamu
mengkhatami sekian perjalanan
Aku mengeja namamu
Pada ukiran granit peradaban
renta ditatah
tahun berbilang
Silih siang bergilir malam
Kasihmu yang telah tanak
kian setia bertandang
ke dalam relung paling mimpi
Menyelinap di langkah-langkahku
mengunjungiku
dari beranda kanak-kanak
dan setiap sudut kedewasaan
hingga menghamparkan bejana kerinduan
Bunda,
aku selalu mengakhirkan namamu
dalam bilangan doa
karena cintamu
mengkhatami sekian perjalanan
on 5/26/2010
No comments
-004.jpg)
