Rabu, Oktober 21, 2009

lembar doa menuju samudera yang ribuan pena tak akan menghabiskannya sebagai tinta

kemarau
lembar-lembar doa
berguguran
di pucuk sajadah

kitab yang terlipat
menyimpan reranting zikir
yang patah
di sela-selanya

azan bergegas
pada subuh yang lamat
melambat
di puncak surau

bukan oase, musafir
bangun dan hela kafilahmu

tepi samudera yang kau tuju
tak habis kau timba
meski ribuan pena
menjadikannya tinta

0 komentar:

Posting Komentar