kemarau
lembar-lembar doa
berguguran
di pucuk sajadah
kitab yang terlipat
menyimpan reranting zikir
yang patah
di sela-selanya
azan bergegas
pada subuh yang lamat
melambat
di puncak surau
bukan oase, musafir
bangun dan hela kafilahmu
tepi samudera yang kau tuju
tak habis kau timba
meski ribuan pena
menjadikannya tinta
lembar-lembar doa
berguguran
di pucuk sajadah
kitab yang terlipat
menyimpan reranting zikir
yang patah
di sela-selanya
azan bergegas
pada subuh yang lamat
melambat
di puncak surau
bukan oase, musafir
bangun dan hela kafilahmu
tepi samudera yang kau tuju
tak habis kau timba
meski ribuan pena
menjadikannya tinta

0 komentar:
Posting Komentar