tentang perang
yang hadir di bibir ranjang
berdesing-desing
di luar ngiau kucing
seperti berebut tulang
menabrak kaleng-kaleng rombeng
pada selimut dan tirai
ada luka cakar
hingga malam tak lagi bisa berkelakar
hei, angin mengintip kita di jendela
dan embun serupa matamu yang berkaca-kaca
kau membenci rembulan, bukan
percayakah kau tak lagi ia purnama:
di hatiku.
Tenggarong, 2009
yang hadir di bibir ranjang
berdesing-desing
di luar ngiau kucing
seperti berebut tulang
menabrak kaleng-kaleng rombeng
pada selimut dan tirai
ada luka cakar
hingga malam tak lagi bisa berkelakar
hei, angin mengintip kita di jendela
dan embun serupa matamu yang berkaca-kaca
kau membenci rembulan, bukan
percayakah kau tak lagi ia purnama:
di hatiku.
Tenggarong, 2009

0 komentar:
Posting Komentar