Kamis, Oktober 08, 2009

Tentang rindu seperti nyala suar yang menunjuk arah pulang

I

Kukirimkan sisa belukar rindu
yang terbakar di kejauhan

asap dan abu
lalu jadi sesak
di rongga dadamu

menjelma lidah api
membiru tungku

di gigil malam
di antara kaki
yang kedinginan


II

kau telah suar
di menaramu
yang jauh

jauh sebelum aku
mengenal
lekuk-lekuk tubuh lautan

kau telah suar
sejak kapal-kapal tua
berderak hendak pecah

menahan lunas
buritan
dan kerinduan

sayap-sayap camar
yang matanya nanar
menunjuk ke arah pulang

Tenggarong, 2009

0 komentar:

Posting Komentar