I
Kukirimkan sisa belukar rindu
yang terbakar di kejauhan
asap dan abu
lalu jadi sesak
di rongga dadamu
menjelma lidah api
membiru tungku
di gigil malam
di antara kaki
yang kedinginan
II
kau telah suar
di menaramu
yang jauh
jauh sebelum aku
mengenal
lekuk-lekuk tubuh lautan
kau telah suar
sejak kapal-kapal tua
berderak hendak pecah
menahan lunas
buritan
dan kerinduan
sayap-sayap camar
yang matanya nanar
menunjuk ke arah pulang
Tenggarong, 2009
Kukirimkan sisa belukar rindu
yang terbakar di kejauhan
asap dan abu
lalu jadi sesak
di rongga dadamu
menjelma lidah api
membiru tungku
di gigil malam
di antara kaki
yang kedinginan
II
kau telah suar
di menaramu
yang jauh
jauh sebelum aku
mengenal
lekuk-lekuk tubuh lautan
kau telah suar
sejak kapal-kapal tua
berderak hendak pecah
menahan lunas
buritan
dan kerinduan
sayap-sayap camar
yang matanya nanar
menunjuk ke arah pulang
Tenggarong, 2009

0 komentar:
Posting Komentar