Rabu, Oktober 21, 2009

lembar doa menuju samudera yang ribuan pena tak akan menghabiskannya sebagai tinta

kemarau
lembar-lembar doa
berguguran
di pucuk sajadah

kitab yang terlipat
menyimpan reranting zikir
yang patah
di sela-selanya

azan bergegas
pada subuh yang lamat
melambat
di puncak surau

bukan oase, musafir
bangun dan hela kafilahmu

tepi samudera yang kau tuju
tak habis kau timba
meski ribuan pena
menjadikannya tinta
Posted by si buah terlarang
on 10/21/2009
Read More »

pulang

aku akan pulang
seperti pinta bulan
sembari menggamit lengan malam
yang kian menua

seperti kau yang telah mengirimkan puisi sunyi malam tadi
yang membuat aku tiba-tiba bertanya
"sejak kapan kucecap asin kenangan"

dari dua aliran sungai
yang tak tahu kemana muara
terlebih arah pulang:
ke bola mataku?

aku akan pulang
tak seperti cintamu itu
seakan lahir dari rahim sajak yang tersakiti
Posted by si buah terlarang
on 10/21/2009
Read More »

Kamis, Oktober 08, 2009

Tentang rindu seperti nyala suar yang menunjuk arah pulang

I

Kukirimkan sisa belukar rindu
yang terbakar di kejauhan

asap dan abu
lalu jadi sesak
di rongga dadamu

menjelma lidah api
membiru tungku

di gigil malam
di antara kaki
yang kedinginan


II

kau telah suar
di menaramu
yang jauh

jauh sebelum aku
mengenal
lekuk-lekuk tubuh lautan

kau telah suar
sejak kapal-kapal tua
berderak hendak pecah

menahan lunas
buritan
dan kerinduan

sayap-sayap camar
yang matanya nanar
menunjuk ke arah pulang

Tenggarong, 2009

Posted by si buah terlarang
on 10/08/2009
Read More »

Senin, Oktober 05, 2009

sajak pertengkaran

dalam diam
aku membaca
jejak karang

yang membatu
di laut
hatimu

Posted by si buah terlarang
on 10/05/2009
Read More »