Untuk seorang perempuan yang merelakan susah payah rahimnya berbilang bulan
rasanya pantas kumembunuh setiap desir di perlintasan hati
Meski kadang, aku juga tergagap ketika sepasukan hasrat hendak menaklukkan garis depan kelelakianku....
tunggulah....
malam nanti akan kukeluhkan ini, Tuhan
ketika semesta sedang terlelap
dan Engkau menatap satu persatu mereka dengan kerahmanan dan kerahimanMu
bahwa aku telah membunuh dia di hatiku
sebuah rasa yang hadir berhari-hari lalu kunikmati
karena kuyakini sebagai sebagian dari tatapan kasih sayangMu
disinilah aku....
yang terus dibenamkan oleh rasa yang absurd itu
Aku sungguh akan mengadu padaMu
wahai, nantikan kepulanganku
rasanya pantas kumembunuh setiap desir di perlintasan hati
Meski kadang, aku juga tergagap ketika sepasukan hasrat hendak menaklukkan garis depan kelelakianku....
tunggulah....
malam nanti akan kukeluhkan ini, Tuhan
ketika semesta sedang terlelap
dan Engkau menatap satu persatu mereka dengan kerahmanan dan kerahimanMu
bahwa aku telah membunuh dia di hatiku
sebuah rasa yang hadir berhari-hari lalu kunikmati
karena kuyakini sebagai sebagian dari tatapan kasih sayangMu
disinilah aku....
yang terus dibenamkan oleh rasa yang absurd itu
Aku sungguh akan mengadu padaMu
wahai, nantikan kepulanganku

0 komentar:
Posting Komentar