beringsutlah mendekat, sayang
usai saling silang berpagutan di tarian sepanjang malam
lelah peluh perjumpaan kita bercucuran
kenapa sepasang bibirmu itu masih bersungutan?
Ah, kau cemburu pula rupanya
pada puisi itu yang masih juga terbata-bata
sini, kubisikkan rahasia padamu......
dia hanya sejenak persinggahan rasa
maka tak berkekalan lah ia
kuasah tajamtajamkan saja rasa di bibir kata
dikau tetap sebenar dan sepenuh asa
engkau adalah pelita cinta
menyala lah aku karena minyak kasih sayangmu
tanpa celupan itu
kegelapan aku ini, kesurupan dalam keremangan yang tak berujung
usai saling silang berpagutan di tarian sepanjang malam
lelah peluh perjumpaan kita bercucuran
kenapa sepasang bibirmu itu masih bersungutan?
Ah, kau cemburu pula rupanya
pada puisi itu yang masih juga terbata-bata
sini, kubisikkan rahasia padamu......
dia hanya sejenak persinggahan rasa
maka tak berkekalan lah ia
kuasah tajamtajamkan saja rasa di bibir kata
dikau tetap sebenar dan sepenuh asa
engkau adalah pelita cinta
menyala lah aku karena minyak kasih sayangmu
tanpa celupan itu
kegelapan aku ini, kesurupan dalam keremangan yang tak berujung

0 komentar:
Posting Komentar