Bung Huldi
Nakhoda ulung tak lahir dari laut yang tenang.
Home
goenawan mohammad
kompas.com
korankaltim.com/
Selasa, November 03, 2009
lebur
ini jiwa
setelah namamu tuah
melesatkan doa-doa
tak perlu kunamai cinta
lebur sudah
hingga kerak sajadah
Tenggarong,2009
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest
« Posting Lebih Baru
Posting Lama »
Beranda
0 komentar:
Posting Komentar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
About Me
huldi amal
orang biasa, punya keluarga, tapi tak ingin berhenti belajar. menganggap hidup adalah sekolah yang sejatinya. Panggil saja saya, bung Huldi. Nama yang kerap jadi tersangka dalam kasus kejatuhan manusia pertama.
Lihat profil lengkapku
POPULAR POST
Seni Berdiskusi dan Seni Aktualisasi Diri
Selasa sore. Jarum jam menunjuk pukul 3. Saya kembali ke rumah. Perut yang melilit, rumah dalam keadaan kosong, memaksa saya kembali ke keb...
Wawancara dengan Gus Acep Zamzam Noor
Bersama Kang Acep di Hotel Lesong Batu Perbincangan singkat ini, coba saya sarikan menjadi berita. Meski saya yakin banyak reduksi yang...
Puisi Orang Bangun Kesiangan
Jemari merunut untaian tasbih kala mentari bersiap pamer kepada semua penghuni bumi tilawah tak kan pernah habis semuanya bertawaf memuji ba...
Labels
Arsip Blog
►
2020
(6)
►
November
(1)
►
September
(1)
►
Juli
(4)
►
2014
(4)
►
September
(2)
►
Mei
(2)
►
2013
(17)
►
Desember
(1)
►
November
(1)
►
Oktober
(2)
►
September
(2)
►
Agustus
(1)
►
Juni
(5)
►
Mei
(5)
►
2011
(1)
►
Februari
(1)
►
2010
(19)
►
September
(1)
►
Agustus
(3)
►
Mei
(4)
►
April
(3)
►
Maret
(3)
►
Februari
(4)
►
Januari
(1)
▼
2009
(54)
►
Desember
(1)
▼
November
(6)
Etalase
Semenanjung
kau yang menyalakan lilin di hari ulangtahunku
lebur
sebuah sajak untuk sahabat di pertemuan yang berjarak
hikayat bulan yang tak lagi purnama
►
Oktober
(5)
►
September
(5)
►
Agustus
(1)
►
Juli
(1)
►
Juni
(1)
►
Mei
(8)
►
April
(14)
►
Maret
(3)
►
Februari
(3)
►
Januari
(6)
►
2008
(4)
►
Desember
(4)
0 komentar:
Posting Komentar