di sini kami menjerang rasa lapar yang dibejanakan kekuasaan. Lalu di gerang mana dirimu, tuan? di hutan jatimu yang kau sulap jadi pajangan di etalase bagi mereka yang memburu harga sebagai fetish serupa keris pusaka turun temurun? atau kau sedang dibuai sekian gelinjang kenikmatan yang kau dapatkan dari panenmu di ladang bursa?
Oh, betapa jauh jarak kutub utara tempat kau membekukan hati nurani . lalu kau suburkan kemiskinan yang kian termodernisasi. Di mana ladang padi kami. Sedang rimbunan palawija, sayuran yang berkecambah, kau gantikan dengan mal dan kawasan perbelanjaan yang lebih perkasa dari akasia tapi kian memanaskan udara.
Tapi kami tidak menyesal. Kemiskinan adalah kawan paling karib sebelum selimut usang terhempaskan. Sementara tidur sendiri telah lelah menjadi pehibur derita panjang yang mengendap di bibir ranjang dan tak juga laku hendak dijual. Kami tegar, tuan. Kami tegar meski kaki kami kerap gemetar. Menahan getar terhadap ketidakadilan yang menjelmakan setiap detik-detik di jam dinding kami yang juga lapar.
Tenggarong, 2009
Oh, betapa jauh jarak kutub utara tempat kau membekukan hati nurani . lalu kau suburkan kemiskinan yang kian termodernisasi. Di mana ladang padi kami. Sedang rimbunan palawija, sayuran yang berkecambah, kau gantikan dengan mal dan kawasan perbelanjaan yang lebih perkasa dari akasia tapi kian memanaskan udara.
Tapi kami tidak menyesal. Kemiskinan adalah kawan paling karib sebelum selimut usang terhempaskan. Sementara tidur sendiri telah lelah menjadi pehibur derita panjang yang mengendap di bibir ranjang dan tak juga laku hendak dijual. Kami tegar, tuan. Kami tegar meski kaki kami kerap gemetar. Menahan getar terhadap ketidakadilan yang menjelmakan setiap detik-detik di jam dinding kami yang juga lapar.
Tenggarong, 2009
