Kamis, Juni 13, 2013

Pengen beli sepatu futsal, eh malah dapat Android...

Saya memang tak bilang terima kasih secara tersurat. tapi dalam hati, saya sungguh berbunga-bunga. mungkin harus ada kata-kata yang lebih dari sekadar 'terima kasih'. Jika memang ini harus dibalas, saya bingung, bagaimana cara membalas nantinya.

Hari itu, istri saya tiba-tiba bilang satu hal. saya tidak menyangka ia benar-benar mewujudkannnya, kemudian. Bermula dari keinginan yang saya utarakan padanya. "saya mau beli sepatu futsal". "berapa harganya"? saya bilang."800 ribu". Kok mahal amat, jawabnya. Yah, namanya sepatu futsal ori bermerek, ya memang mahal. Lalu dengan santai dia bilang. "gak usah beli sepatu yang mahal-mahal. Tuh, kan masih ada dua pasang". Ia menunjuk lemari sepatu. di situ, ada dua pasang sepatu futsal brand lokal yang sering saya pakai setiap kali jadwal futsal kantor. Sesekali ada jadwal ekstra lawan tim lain. 

Saya memang bermimpi punya sepasang sepatu futsal merek Nike. Sepatu yang dipunyai teman sekantor. "Nyaman dipakai," begitu teman itu berpromosi soal sepatu Nike-nya itu. Rupanya, bak gayung tak bersambut. istri  tak setuju dengan proposal yang saya ajukan tadi. Eh, yang bikin kaget dia punya ide membelikan sesuatu buat saya. "Mending beli HP. HP Ayah kan udah ketinggalan jaman". Iseng, saya bertanya. "HP apa?". Samsung Android. Wow. Harganya jauh di atas proposal sepatu yang saya ajukan.

Rupanya, niat membelikan Samsung Android buat saya itu juga karena melihat HP teman sekantornya. "HP Indra (teman sekantornya) bagus. Samsung Grand Duos". Layarnya lebar. Bagus buat Ayah," katanya. Saya manggut-manggut. (dalam hati sih sebenarnya berbunga-bunga dan sudah tak sabar dibelikan. cieeeeeeeee).

Akhirnya, hari itu tiba juga. Istri saya pergi sendiri ke gerai Ponsel di kota kami. Sore-sore, ketika saya masih berkutat dengan editing berita halaman koran, HP saya berdering. "Malam ini kalau bisa cepat pulang ya? Samsung Androidnya sudah menunggu," ujar istri saya di seberang telepon.

Duh, asyiknya. Ia benar-benar membuktikan ucapannya. Malam itu, saya menambah speed jari-jari saya di atas papan ketik. tapi, tetap harus teliti jangan sampai hasil editing berita saya amburadul dan banyak salah-salah huruf. Hati saya digempur rasa penasaran, gimana sih bentuk Android Duos itu? Saya memang gak sempat malam itu searching soal spesifikasi dan bentuk Samsung Grand Duos.

Sampai di rumah, ponsel Android warna putih sudah berganti rupa. Istri membelikan cover warna biru lembut. Soal memilih warna, perempuan ini memang tak bisa diragukan. Saya memang tak berterimakasih padanya. secara tersurat. ini satu kelemahan saya sebagai suami. Jarang memuji istri dengan terang. Ini berkali-kali dia keluhkan. Tapi, saya sungguh berterimakasih dari lubuk hati paling dalam. "Thanks honey atas hadiahnya". Kata-kata itu saya tulis di status Blackberry Mesenger. Semoga dia membacanya. pasti deh. 

Dan, Android itu kini membantu saya setiap kali membutuhkan informasi sesegera mungkin. Kecepatan akses, layar yang cukup lebar, memudahkan saya setiap kali browsing, membaca, mengirim email. Harus diakui, saya harus belajar banyak memaksimalkan fungsi gadget yang saya miliki ini. Satu kelemahan juga yang bikin malu-maluin. Saya agak gaptek, pemirsa....





0 komentar:

Posting Komentar