Rabu, Februari 04, 2009

Akhirnya cuti juga

Aku ingat kata-kata Pak Mansyur Semma (alm). "Jadi wartawan itu ada titik jenuhnya, Di." Kalimat itu diucapkannya saat aku menuntunnya menuruni tangga FIS I di kampusku. Ia tahu, aku begitu mendamba jadi dosen.
Tapi, ia memang tak salah. Rutinitas selalu menyiksa siapa saja jika tak pandai menyiasatinya. Karena itu, aku selalu dimotivasi kata-kata seorang pujangga muda di Macazzart sana. Bahwa hidup itu sebuah rutinitas yang besar. Makan, tidur, mandi, cuci piring, makan lagi...itu berulang nyaris setipa hari. Tapi, kenapa kita tidak merasakannya sebagai sebuah rutinitas?
Ah, akhirnya aku cuti juga. Selamat tinggal rutinitas untuk semntara waktu. Mau puas-puasin nih bersantai bersama kleuarga. Mau maen PS juga nih

0 komentar:

Posting Komentar