Senin, Agustus 23, 2010

tinggal menunggu hari untuk sebuah keputusan

Beberapa hari lagi akan ada keputusan besar dalam hidup saya. Tapi, ini sepenuhnya tidak membuat risau. Mungkin karena keputusan ini tidak diambil dengan terburu-buru atau disebabkan emosi sesaat. Sudah banyak timbang pikir dan unjuk saran dari beberapa kawan. Saya sebut besar karena punya implikasi yang cukup besar terhadap finansial keluarga.
Yang membuat saya sedikit terganggu cuma satu. Jika diterawang ke belakang, keputusan serupa pernah saya ambil ketika bekerja di Harian Tribun Batam, 2004 silam. Kondisi saat ini juga agak mirip. Saya sedang bekerja di sebuah media massa. Pada 2004 , saya memutuskan meninggalkan Kota Batam dan berhenti dari pekerjaan tersebut.
Yang berbeda, saat ini saya sudah berkeluarga. Tapi, suara hati saya sudah bulat untuk menempuh hal serupa. Tentu memperhitungkan beragam hal dan kemungkinan yang menunggu sebagai konsekuensi di depan sana. Saya tak perlu merinci. Jika harus disebutkan, cukup satu saja. Saya ingin merintis karir sebagai penulis. targetnya, ada buku hasil karya saya yang diterbitkan pada tahun depan. Kenapa harus mengorbankan pekerjaan yang sekarang? Jawabannya simpel. Soal irama kerja.
Tak perlu dirinci. Yang jelas, dengan irama kerja yang ada saat ini, sudah pasti menyita waktu. Dengan begitu, sebuah hil yang mustahal bagi saya bisa menulis buku. Ditambah lagi, sederetan rencana yang akan saya lakukan setelah resign. Beruntung, istri benar-benar mendukung sepenuhnya rencana ini. Itu lah kenapa, keputusan besar ini tinggal menunggu hari. semoga Allah selalu bersamaku.

0 komentar:

Posting Komentar