Rabu, Mei 26, 2010

Kepada Bunda

Bunda,
Aku mengeja namamu
Pada ukiran granit peradaban
renta ditatah
tahun berbilang

Silih siang bergilir malam
Kasihmu yang telah tanak
kian setia bertandang
ke dalam relung paling mimpi

Menyelinap di langkah-langkahku
mengunjungiku
dari beranda kanak-kanak
dan setiap sudut kedewasaan
hingga menghamparkan bejana kerinduan

Bunda,
aku selalu mengakhirkan namamu
dalam bilangan doa
karena cintamu
mengkhatami sekian perjalanan

0 komentar:

Posting Komentar