Selasa, April 13, 2010

lagu larut

aku benar tak tahu bagaimana melewatkannya
ketika kau memutuskan
berlari di bawah rinai
bersama senja yang begitu tak berdaya:
dikepung waktu

sepi ini begitu mengiris
seakan sepasukan asing
menyergap dari arah kegelapan
lalu membangun kerajaan sunyi

kudengar sayup-sayup abad
yang lewat
enggan singgah pada istana
dan istal-istal kehilangan telapak dan ringkik kuda

aku ingin datangmu, kekasih
meski hanya kelebat bayang
biar kurayakan jejak dan bau rambutmu yang tertinggal
sebagai orchestra paling hening,
komposisi yang paling diam.

aku dan kau,
nada yang berkejaran di tiap titian
yang tuntas dalam lagu paling larut
dengan lenguh paling panjang:
semalaman




*catatan yang belum tuntas

0 komentar:

Posting Komentar