Kamis, Februari 11, 2010

tentang rinduku yang berbisik riuh

selaksa rindu sedang menantimu di beranda
seperti kucicipi sajak yang mesra
ketika segala bebunga
tak hendak istirah di senjakala

dan rerumputan saling berbisik
tentang angin yang juga hendak
membaui tanah pijakan

tak kau dengar bisikan riuh itu di pekarangan
"pulang".
lalu hembuskan nafas dari bibirmu ke bibirku

kerna jiwa ini sesunggukan
dan tak hendak tetirah
sebelum kepulanganmu
kepada rumah sajak kita

segala kata
menopang sebagian dindingnya
remah-remah cinta yang tereja
meski setengah terpejam dan kerap terbata

'masih sebegitu kurang kekasih,
hingga kau kerap memintaku memujamu lebih dari saat ini"

1 komentar: