bergulat lagi pada hidup yang menderu debu. tak kutemukan wajahmu di gelas kopi yang mengepulkan sederetan panjang agenda sebagai skenario hari ini. Mungkin tersimpan dalam jejak mimpi buruk semalam. tentang ATM yang dibobol, sebuah rapat Pansus parlemen yang lebih mirip gaduh kaleng anjal yang menyanyi di lampu merah. atau... kau memang sudah tak lagi butuh kata-kata basi tentang cinta.
maka, kuhirup kopi yang masih mengepul itu.sebentar tersedak. ingin muntah.
ah, bayanganmu berkelebat hendak kukejar. tapi kemarau jejaknya yang kutemukan.
"harus ke alam mimpi" katamu. biar kita bertemu di kasur empuk.
dan agenda hari ini adalah melupakan semua yang membuat muak.
"tidurlah sayang', bisikmu. setelah lelah mendaki sembari menjumlah nafas terengah dalam bilangan desah.
ah, bayangmu benar-benar nyata sebagai agenda yang paling membuatku sibuk hari ini...
maka, kuhirup kopi yang masih mengepul itu.sebentar tersedak. ingin muntah.
ah, bayanganmu berkelebat hendak kukejar. tapi kemarau jejaknya yang kutemukan.
"harus ke alam mimpi" katamu. biar kita bertemu di kasur empuk.
dan agenda hari ini adalah melupakan semua yang membuat muak.
"tidurlah sayang', bisikmu. setelah lelah mendaki sembari menjumlah nafas terengah dalam bilangan desah.
ah, bayangmu benar-benar nyata sebagai agenda yang paling membuatku sibuk hari ini...

0 komentar:
Posting Komentar