Selasa, September 15, 2009

Muaramu

kita pernah berkobar
pada senja merah
asmarandana
dikepung biru lautan

bersama buih-buih
ikan-ikan berenang
dan mekarnya terumbu karang
kita sambut semua cinta
di kedalaman
dari sekian aliran muara

oh...kini dan disini, kekasih
betapa kesepian
mematungku
serupa jemarinya yang perupa

sambutlah!
aku pulang, sayang
menyusur semua semenanjungmu
tanjung dan telukmu
geriak pasir-pasir di pantaimu

akan mekar pula terumbumu
setelah sekian senggama
yang sempat terjeda

gerianglah!
arus ini menuju
ke muaramu


Tenggarong,Agustus 2009

0 komentar:

Posting Komentar