Minggu, Maret 22, 2009

Sebuah Tahu bahwa Tahu Belumlah Cukup

hari ini saya tiba pada sebuah tahu. Tahu yang berbeda. Karena sebenarnya sudah lama saya tahu akan hal ini. Bahwa menjadi seorang manusia yang baik adalah dengan tidak menyimpan iri hati sedikit pun, pada siapa pun. Tapi, tahu ku ini adalah sebuah tahu, bahwa tahu itu belumlah cukup....
Saya teringat kata Gus Dur. Kyai nyentrik yang satu ini selalu jadi rujukan. Ia pernah menulis, pengetahuan tak selalu berbanding lurus dengan perilaku. Seorang yang banyak paham akan agama, bisa jadi malah punya track record kualitas moral yang buruk. Sebaliknya, orang punya laku moral yang bagus, padahal pahaman agamanya tak bisa dibilang banyak.
*******
Entah kenapa, saya selalu merasa seseorang itu selalu tak senang dengan setiap tindakanku. Rasanya, dia memang sedang iri. Celakanya, kadang-kadang saya ikut terbawa perasaan hati. Merasa saya lebih baik dari dia dan merasa, ia layak untuk iri. Tapi, jangan-jangan itu kesan personaku saja. Mungkin saja ia tak pernah iri sehingga merasa perlu memperlakukanku biasa-biasa saja. Tak perlu mengapresiasi setiap tindakanku.
Mudah-mudahan, yang kusebut terakhir ini adalah benar. Dengan begitu, saya harus menata ulang hati. Bahwa, setiap orang punya kebaikan. Itulah yang menjadikannya mahluk Tuhan yang harus dihormati dan diapresiasi.

0 komentar:

Posting Komentar