Senin, Mei 12, 2014

DUA BAGIAN YANG LANCANG AKU SEBUT PUISI UNTUKMU

I
Pada lengkung senyummu itu
semacam alamat puisi yang
telah lama aku terlupa.
Hari ini kau meminta aku mengirimkan puisi, bukan?

Aku butuh alamat itu.
“besok alamat itu aku kirimkan”
Katamu. Aku menunggu dengan mata yang pejam.

Lalu kesunyian mematung.
Malam ditunggangi bayang-bayang
Mimpi-mimpi berkelebat.

II
Kini, istirah kita pengantar singkat
Kerna kesibukan begitu merajam
Pertemuan yang lebih panjang
Kita cari lewat mimpi masing-masing

Jika kebetulan bertemu
Apakah benar kita saling memimpikan?

Ketika aku memikirkanmu,
Kerinduan menjelang.
Seperti memacu detak waktu,
detak jantungku.

0 komentar:

Posting Komentar