Senin, September 02, 2013

Ketika kesibukan menyita kami....

Aku merindukan setiap inci lekuk tubuh perempuanku. Setiap aroma yang pendar dari kulitnya membuatku bergairah. kata-kata cinta yang dia ucapkan hari ini meriungkan sukacita. Memang, semanya bermula dari kesibukan yang menyita waktu-waktu intim kami,akhir-akhir ini. Kami jarang bertemu dalam dekapan yang saling menghangatkan. Malam-malam hanya lewat sebagai periuk penanak letih. Begitu pagi, kami hanya saling tersenyum. Nyaris sekejap. Obrolan-obrolan terasa begitu singkat di sela ruap kopi dan teh manis yang kami seruput bersamaan.
Kesibukan perempuanku memang lebih menyita energinya. Dalam dua pekan terakhir, dia harus berangkat begitu pagi. Pulang tengah malam. Kerap kali dia harus melakukan perjalanan dinas ke kecamatan-kecamatan lain dalam sehari. Saya dituntut untuk menjadi lelaki dan suami lebih penyabar dan lebih memaklumi setiap 'kegaduhan' yang ia bawa sepulang kerja. 
Saya harus mengerti rasa letih yang dia tanggung. Kesibukannya memang luar biasa. Maklum, ada hajatan besar yang membuatnya harus lebih banyak di luar rumah. Karena itu lah, terkadang tugas-tugas rutinnya sebagai ibu saya ambil alih. Anak-anak  kerap lebih banyak menghabiskan waktu bersama pengasuh dan saya.
Saya sendiri memang harus pulang malam. Karena jam kerja yang sudah sememangnya sebagai pekerja media.
Tapi, ada hal yang bisa jadi hikmah dan kesyukuran tersendiri. Setiap kali ada jeda dari kesibukan, kami memanfaatkannya dengan sangat baik. Kualitas hubungan kami seakan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Keintiman yang terbangun terasa begitu berharga antara kami berdua dan anak-anak. 
Ya, seperti hari ini. Saya merasa begitu menggilai setiap lekuk tubuh perempuanku itu. Tiba-tiba saja saya merasa jatuh cinta, benar-benar membutuhkan dia, dan betapa berartinya dia dalam hidup. Semoga perasaan ini terjaga hingga kami menua. Bila umur kami dipanjangkan oleh-Nya. Amin..amin..ya Allah.   

0 komentar:

Posting Komentar