Jumat, Maret 05, 2010

Tuhan berteriak di bilik suara

kudengar Tuhan nyaris berteriak
di dekat tumpukan kotak suara

"sudahkah kalian membaca koran hari ini"
tentang janji-janji untuk bayi yang baru dilahirkan bundanya
tentang seragam sekolah,
sepatu,
buku,
bakal digratiskan

lapak-lapak sayur dan ikan
ladang sawah
mendadak dihiasi gambar mirip surat suara
dengan senyum penuh gubah prosa
yang sungguh teramatbukan puisi

deru konvoi
debu kampanye
yang terbang dari rodaroda
hanya membuatku terbatuk, Tuan

kutunggu saja subuh hari pencoblosan
sebelum surau kampung berkumandang
mari bertemu
dan kubacakan puisi tentang mahalnya harga di bilik suara....


*sedikit catatan untuk menyambut bilik suara 1 Mei 2010

2 komentar:

  1. Hahaha... jago puisi neh kayaknya. Salam kenal ya..

    BalasHapus
  2. salam pak dokter. trimakasih sudi mampir...

    BalasHapus