kudengar Tuhan nyaris berteriak
di dekat tumpukan kotak suara
"sudahkah kalian membaca koran hari ini"
tentang janji-janji untuk bayi yang baru dilahirkan bundanya
tentang seragam sekolah,
sepatu,
buku,
bakal digratiskan
lapak-lapak sayur dan ikan
ladang sawah
mendadak dihiasi gambar mirip surat suara
dengan senyum penuh gubah prosa
yang sungguh teramatbukan puisi
deru konvoi
debu kampanye
yang terbang dari rodaroda
hanya membuatku terbatuk, Tuan
kutunggu saja subuh hari pencoblosan
sebelum surau kampung berkumandang
mari bertemu
dan kubacakan puisi tentang mahalnya harga di bilik suara....
*sedikit catatan untuk menyambut bilik suara 1 Mei 2010
di dekat tumpukan kotak suara
"sudahkah kalian membaca koran hari ini"
tentang janji-janji untuk bayi yang baru dilahirkan bundanya
tentang seragam sekolah,
sepatu,
buku,
bakal digratiskan
lapak-lapak sayur dan ikan
ladang sawah
mendadak dihiasi gambar mirip surat suara
dengan senyum penuh gubah prosa
yang sungguh teramatbukan puisi
deru konvoi
debu kampanye
yang terbang dari rodaroda
hanya membuatku terbatuk, Tuan
kutunggu saja subuh hari pencoblosan
sebelum surau kampung berkumandang
mari bertemu
dan kubacakan puisi tentang mahalnya harga di bilik suara....
*sedikit catatan untuk menyambut bilik suara 1 Mei 2010

Hahaha... jago puisi neh kayaknya. Salam kenal ya..
BalasHapussalam pak dokter. trimakasih sudi mampir...
BalasHapus